Harga CPO Melemah Akibat Turunnya Permintaan Global, Apa Solusinya?

Harga CPO kembali melemah pada awal 2026 seiring menurunnya permintaan global yang tidak sebanding dengan peningkatan produksi. Kementerian Perdagangan menyebut kondisi tersebut menjadi faktor utama penurunan harga referensi minyak kelapa sawit mentah untuk periode Januari 2026.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO sebesar 915,64 dolar AS per metrik ton untuk periode 1 hingga 31 Januari 2026. Angka ini turun 10,51 dolar AS atau sekitar 1,13 persen dibandingkan harga referensi Desember 2025 yang tercatat sebesar 926,14 dolar AS per metrik ton.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penurunan harga CPO dipengaruhi oleh meningkatnya produksi, terutama dari Malaysia. Namun, peningkatan pasokan tersebut tidak diikuti oleh kenaikan permintaan di pasar internasional.

Selain itu, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat turut memberi tekanan pada pergerakan harga.

Harga CPO Menurun, Kemendag Tetapkan HR Baru Januari 2026

Penetapan harga referensi CPO dilakukan berdasarkan rata-rata harga selama periode 20 November hingga 19 Desember 2025. Sumber harga berasal dari bursa CPO Indonesia, bursa CPO Malaysia, serta harga CPO di pelabuhan Rotterdam.

Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2025, apabila selisih harga dari tiga sumber melebihi batas tertentu, maka perhitungan dilakukan dengan mengambil dua sumber harga yang paling mendekati nilai tengah.

Berdasarkan mekanisme tersebut, harga referensi CPO Januari 2026 ditetapkan dengan mengacu pada bursa CPO Indonesia dan Malaysia. Penurunan harga ini berdampak langsung pada kebijakan ekspor, termasuk penetapan bea keluar dan pungutan ekspor.

Merujuk pada ketentuan Kementerian Keuangan, pemerintah menetapkan bea keluar CPO sebesar 74 dolar AS per metrik ton untuk Januari 2026. Sementara itu, pungutan ekspor ditetapkan sebesar 10 persen dari harga referensi CPO, atau sekitar 91,56 dolar AS per metrik ton.

Kondisi harga CPO yang melemah ini menjadi perhatian pelaku industri sawit, terutama petani dan eksportir. Meski demikian, pemerintah berharap stabilitas pasar tetap terjaga melalui kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global.

Harga CPO pada Januari 2026 melemah akibat peningkatan produksi yang tidak diimbangi permintaan global. Pemerintah menetapkan harga referensi baru sebagai dasar kebijakan ekspor dan pengendalian pasar.

Demikian informasi seputar Harga CPO di Januari 2026. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Freecaretips.Com.